Cara Membuat CV Ta’aruf (Panduan Lengkapnya)

Cara Membuat CV Ta'aruf

HOW TO MAKE YOUR OWN CV TA’ARUF

Kayaknya muslimah millenial belum afdol kalau belom punya CV ta’aruf yaak 😂 bahkan CV ta’aruf ini di jadikan ‘standar’ kalau sudah siap menikah. Padahal kadang ada aja yang menikah tanpa CV, bahkan ada yang bikin CV tapi gak kepake 😂 wkwk

Apa sih sebenenya CV ta’aruf (CVT) ? Jadi CVT ini adalah perkembangan dari komunikasi antara ikhwan dan akhwat yang ingin berkenalan lebih lanjut dalam rangka ikhtiar mencari belahan jiwa. Karena ikhwan dan akhwat dilarang berduaan tanpa mahram, maka muncul lah media perantara berupa CVT ini

Sebenernya CVT ini kadang tidak berlaku di beberapa skenario. Contoh: .
.
✔ Yang bersangkutan adalah kawan PAUD, TK, SDN, SMP, SMA, Kuliah, atau kawan main layangan dan gundu. Yang dimana masing masing sudah mengetahui basic info dan latar belakang keluarga
.
. ✔ Yang bersangkutan langsung datang ke orangtua dan langsung meminang, alias mendapatkan basic info dari orang tua si akhwat dan ikhwan
.
.
✔ Yang bersangkutan langsung loncat ke tahap nadzhor atau bertemu langsung dan disaat itu juga bertukar info (di dampingi oleh mahram atau perantara)

Dan banyaak skenario yang lainnyaa. Tapi sekarang lebih sering pakai CVT karena biasanya terhambat di beberapa hal contoh:
.
.
✔ Kedua pihak super sibuk sehingga tidak ada waktu untuk nadzhor, atau perantaranya yang super sibuk
.
.
✔ Kedua belah pihak malu kalau ta’aruf dan nadzhor langsung. Malu kalau gagal ta’arufnyaa 😂 wkwkwk
.
.
✔ Terhalang jarak, misal ikhwannya di sumatra akhwatnya di jogjaaa. Jadi pakai CVT biar menghemat biaya.

Dan banyaaak skenario lainnyaa
Pokoknya ta’aruf dalam rangka menuju pernikahan intinya saling mengetahui informasi yang berhubungan dan berkaitan dengan proses pra dan pasca pernikahan. Caranya tetap harus syari yaa

Kalau mau ta’aruf langsung harus dengan mahram atau perantara (yang sudah menikah). Kalau mau pakai CVT pun harus melalui perantara yang sudah menikah


Jangan sekali sekali menggunakan perantara yang masih single! Karena banyak kasus gagal ta’aruf malah jadi nikah sama perantaranya 😂 kwkwkw #bukanpengalamanpribadi

Nah, gimana sih wujud asli CVT ini? Kek CV kerja kah? Apa dibuat kek cerita bersambung kah atau kek manaa

Aslinya gak ada standar baku ttg CVT ini. Tapi yang beredar itu bentuknya kayak semacam form kaku gitu yaa 😂 dan kebanyakan malah out of context dari inti CVT itu

Buna coba share yaa tentang gimana cara buat CVT ini. Sebelumnyaa buna mau ngasih gambaran kalau CVT itu bentuknya BEBAS, FREESTYLE, SAK KAREPMU kwkwkw

Mau kayak CV formal, mau kamu bikin cerita bersambung, mau dibuat puisi (ini sih lebay wkwk) terseraah kamu. Se NYAMAN nya kamu mau gimana. Mau dihias hias flowery kek mau di buat slideshow kek. Terseraaah pokoknyaaa

Yang penting itu ISI nyaa dan konten di dalamnya. Inget yaa, ISI dan KONTEN

Oke, kita cobaa bedah satu satu yhaaa

1. BASIC INFORMATION

Informasi basic kamu. Cara gampang nya gini. Kamu ambil KTP kamu, kamu pindahin infonya. Nah itu basic info kamu.

Bisa ditambahin golongan darah, tinggi badan, berat badan, dll.

Intinya Basic Information itu adalah info umum yang semua orang juga tau. Pak RT tau, Pak Lurah tau, abang abang gorengan tau, mbak indomaret tau.

Paham yhaa. Tapi basic info yang gak ada hubungannya kayak ukuran baju, ukuran sepatu mending gausah ditulis. Karena gak nyambung sis! Wkwk.
.
.
🌸 Biasanya ikhwan/akhwat akan melihat basic info ini sebagai gambaran pertama seseorang tsb. Dia itu siapa namanya, nama panggilannya siapa, asli mana, tinggal dimana, keturuanan suku apa dll. Jadi fokus ke basic info kamu dan jangan meleber kemana mana.
#SharingWithBungaErlita

2. BASIC FAMILY INFORMATION

Informasi keluarga. Ambil KTP ayah, ibu, kakak, adik. Pindahin semua info basic nya disitu. Itulah basic info keluarga mu

Bisa di tambah gelar ayah dan ibu, pekerjaan ayah dan ibu, urutan kakak beradik dll
.
.
🌸 Dari info ini biasanya dilihat basic lingkungan pertama karena keluarga adalah lingkungan masyarakat level 1. Dari sini di dapat sedikit info terlihat akhwat/ikhwan tersebut memiliki latar belakang seperti apa. Jadi usahakan tidak melebar dan memberikan info yang tidak begitu penting

3. RIWAYAT PENDIDIKAN

Tulis riwayat pendidikanmu, dari PAUD boleh, sampe kuliah dan posisi mu sekarang sedang di tahap apa. Misal sedang tesis, atau sedang skripsi. Tapi gak perlu di tulis
.
.
“Sedang skripsi, mengejar wisuda bulan juli. Mohon doakan aku dalam doa mu ya akhi/ukhti”
.
.
Gausah! Lebay! Wkkwwk .
.
🌸 Info ini memberikan gambaran pendidikan mu, dan gak perlu khawatir kalau misalkan kamu cuman lulusan D3 atau S1 sementara calonmu PhD candidate misalnya. Tulis info ini apa adanyaa.
.
.
🌼 Biasanya disini juga di tulis pendidikan non formal kayak semacam les atau course gitu. Monggo kalau mau di tambahkan. Biar agak ada nilai plus nyaaa gityuu 😂 kalau tidak berkenan atau tidak ada pun it’s okee. Senyamannya kamu ajaa. Tidak perlu dipaksaa.

4. RIWAYAT PENYAKIT

Naaah ini biasanya agak sensitif. Kalau misalkan kamu memiliki penyakit tertentu yang tidak semua orang tau. Kamu tidak perlu menuliskannya disini, kamu bisa utarakan ketika nadzhor atau saat ta’aruf lebih lanjut. Tapi kalau penyakit yang kamu punya itu simpel kayak maag, mata minus, dan kamu nyaman menuliskannya dan dibaca orang lain. It’s oke, tulis ajaa senyamannya kamu gimanaa.
.
.
🌸Biasanya disini akhwat atau ikhwan akan menilai dan menimbang jika memang ada kondisi yang nantinya berpengaruh ke dalam rumah tangga. Contoh (maaf) sakit jantung, sakit kanker, dll.
.
.

5. PERSONALITY

Kolom ini bagusnya di isi dengan kelebihan dan kekurangan kamu. Analisa SWOT

Strength: Kekuatan kamu ada dimana? Kemampuan menulis? Public speaking? Ada skill tertentu?
Weakness: Kelemahanmu ada dimana? Gampang ngeluh? Moody?

OT nya gak usaaah wkkwkw 😂

Kamu bisaa kasih bentuk narasi atau kayak ngisi form. Dan kamu tidak perlu menuliskan semuanya kalau kamu merasa tidak nyaman. Kalau kamu merasa ada beberapa kelemahanmu itu adalah aib mu, kamu tidak perlu menuliskannya.

Tapi gak perlu lebay juga. Misal:

Kelebihan : Juara makan kerupuk sekecamatan 😂😂
.
.
Kekurangan : Tak mampu melupakan senyum manismu #eaa

6. VISI DAN MISI PERNIKAHAN

Nah ini yang kadang suka bikin pusing, kadang copas dari punya temen kwkw. Padahal kalau boleh dibilang ini adalah CORE atau INTI dari CVT

Visi Pernikahan : Kamu mau membawa kemana pernikahan ini? Mau kamu buat seperti apa? Mau kamu bangun kayak apa? Rumah tangga dalam benakmu itu seperti apa? Kamu mau punya suami yang kayak gimana? Kamu mau punya keturunan yang seperti apa? Sudah tau jawabannya? Kurang lebih itulah visimu.

Misi Pernikahan : Apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai semua visi mu diatas? Apa plan mu? Apa rancangan kisi kisi hidupmu? .
.
Contoh visi dan misi :

Visi : Diet turun 5kg dalam seminggu

Misi :
1. Puasa Daud
2. Makan buah
3. Sahur pakai salad sayur
4. Dll

Gitu yaa gambarannyaaa. Jadi jelas yaa Visi Misi ini pasti BEDA setiap individu jangan sampe Visi Misi ini malah copas dari temen kwkwk yang mau ta’aruf kamu apa temenmuu 😂
.
.

7. KRITERIA PASANGAN

Nah! Ini yang kadang sukaaa di tambah tambahin dan dikurangin… wkkwkw

Kalau saran buna, kriteria ini dibagi jadi 2

Kriteria Tetap dan Kriteria Opsional. Kriteria Tetap itu gini.. pokoknya kalau ikhwan atau akhwat tersebut MASUK kedalamnya maka kamu akan melanjutkan proses ta’arufnya. Paham yaaa. Jadi kriteria ini tetap dan tidak berubah

Kalau kriteria opsi.. itu adalah kalau ikhwan/ akhwat itu masuk ke dalam kriteria itu ya ALHAMDULILLAH enggak juga IT’S OKE. Tidak mempengaruhi keputusanmu untuk melanjutkan proses apa tidak.

Contoh Kriteria Tetap:

Kriteria Tetap

  1. Tidak merokok (kalau ikhwannya merokok kamu langsung stop proses ta’aruf)
  2. Perawan/Gadis (kalau akhwatnya itu maaf janda maka prosesnya stop)
  3. Tidak memiliki hutang riba
  4. Dll

Bisa dipahami yaa? Kriteria tetap ini terkadang ada campur tangan orang tua, kadang orangtua urun rembuk kriteria tersebut. Jadi saran buna diskusi dulu yaa dengan keluarga untuk kriteria tetap ini. Kadang kriteria tetap ini bisa di diskusi kan, tapi biasanya jarang karena biasannyaa bentuknya principal.

Contoh Kriteria Opsi :

  1. Ganteng kayak artis korea (nah ini agak menghayal 😂 wkwk kalau ganteng ya syukur gak juga gak apa apa lah)
  2. Umur dibawah 30 tahun (kalau ternyata diatas hm.. yaudah sih its okee)
  3. Dll

Kriteria diatas hanya CONTOH yaa. Kadang menurut si A kriteria umur jadi kriteria tetap, menurut si B kriteria umur menjadi kriteria opsi. Jadi bagian ini bener bener subjektif sekaliii

Oh ya! Jangan suka nambahin kriteriaa. Misal kita lagi ta’aruf sama dokter trus mendadak CV nya diganti kriteria nya menjadi : memiliki pengetahuan tentang kesehatan
Jangan gonta-ganti kriteria ini kecuali memang mau diganti karena sesuatu hal. Jangan di ganti hanya karena kamu mau ta’aruf dengan ikhwan atau akhwat tertentu. It’s not good dear. Believe me.
.

8. SPECIAL REQUEST

Biasanya ada permintaan spesial terkait keluarga atau pekerjaan atau yang lain. Contoh:

  1. Siap LDR karena pekerjaan ikhwan di luar negri atau luar Jawa.
  2. Siap menemani orangtua karena anak tunggal atau anak bungsu atau karena orangtua sedang sakit.
  3. Siap membagi waktu karena akhwatnya dokter (ini pengalaman 😂).
  4. Dll.

Special request ini juga biasanya urun rembuk keluargaa. Jadi saran buna ini tetap harus di diskusikan matang matang dengan keluarga
.
.

I think that’s all. Inti dan konten terpenting dari CVT. Karena konsep CVT adalah perkenalan awal, basic infopersonal info. Area nya masi area public bukan area yang lebih private.

Boleh gak di tambahin dari yang diatas? Boleeeh bangeet. Tapi ingaat. Inti CVT ini adalah memberikan info awal. Bukan info yang mendalam. Kenapa?


Karena masih ada chance 80% gagal saat CVT ini. Beda ketika sudah setuju dengan CVT, lanjut nadzhor maka chance berhasilnya lebih tinggi (terlepas dari Qadha Allah ya. Dilihat dari segi langkah ikhtiar manusia)

Pahitnya gini deh… kalau pun kamu gak jadi lanjut ta’aruf. Kamu gak merasa ‘rugi’ atau ‘nyesel’ telah memberikan informasi tersebut. Jadi saran buna info yang tidak ada hubungannya dan malah bikin baper mending dihilangkan. Atau jika mau diutarakan nanti ketika ta’aruf lebih lanjut saat nadzhor atau ketika khitbah.

Semoga bermanfaat yhaaa. Selamat menulis CV 😄
.
.
Ciao!
– Bunga Erlita 🌸💕


Sumber: