Kamu Sudah Siap Menjadi Ibu Rumah Tangga? Sebelum Mengangguk, Simak Dulu 6 Hal Ini

persiapan menjadi ibu rumah tangga sebelum menikah
Ilustrasi oleh: fiyalayanfa2

Faktanya hari ini tak sedikit tersiarkan opini semangat nikah muda. Sebetulnya hal ini perkara bagus. Namun hati-hati juga, jangan sampai semangat nikah kita hanya sekadar euforia semata, tanpa paham nanti hak dan kewajiban selaku suami dan istri apa saja.

Termasuk, Kamu yang perempuan, jangan sampai belum ada gambaran jelas dan persiapan apabila kelak Kamu menjadi Ibu rumah tangga, tiba-tiba jadi mengeluh.

Namun bukan berarti fakta tersebut membuat Kamu menjadi pesimis. Justru, dengan mengetahui fakta tersebut, Kamu bakal lebih mantap lagi persiapannya.

Nah, setidaknya, Kamu harus tahu 6 hal ini seputar menjadi seorang ibu rumah tangga pemula.

1. Ibu rumah tangga itu bukan pengangguran, malahan justru multi-tasker 

Jangan salah sangka, justru bisa jadi pekerjaannya ibu rumah tangga itu jauh lebih berat namun hebat daripada para pegawai yang kerja di Kantor. Job desk ibu Rumah tangga itu lumayan banyak loh, dan deadline-nya juga lebih ringkas. Misalnya:

  • Belanja
  • Memasak makanan
  • Tentunya, makanan tersebut bukan untuk satu orang, melainkan paling tidak untuk 3 orang
  • Menyuci peralatan masak dan makan
  • Membersihkan dan merapikan Rumah
  • Menyuci pakaian, dan menjemurnya, serta mengangkatnya jika sudah kering
  • Menyetrika pakaian-pakaian
  • Tentunya, pakaian tersebut bukan pakaian satu orang, melainkan paling tidak pakaian 3 orang
  • Mengasuh dan mendidik anak
  • Men-servicei suami
  • Meng-upgrade diri
  • Dan lain-lain..

Dan bisa jadi beberapa pekerjaan tersebut dilakukan pada satu waktu yang bersamaan. Apalagi kalau tengah punya baby yang masih sangat kecil, wah lebih seru lagi..

Lagipula poin “Mengasuh dan mendidik anak” dan “Men-service suami” di atas bisa lebih dirinci lagi, menjadi beberapa poin pekerjaan lainnya.

Fakta tersebut sangat tidak singkron apabila diberi istilah ‘pengangguran’. Justru, pekerjaan ibu rumah tangga itu pekerjaan yang super sibuk. Namun, jelas tampak manfaatnya.

2. Tidak ada liburnya, yah kerja 7 hari. Itu artinya, tidak diragukan lagi bisa menjadi orang yang senantiasa berbuat kebaikan dan manfaat selama 7 hari full.

Dan tentunya, hal-hal yang disebutkan pada poin pertama tadi itu harus dilakukan selama 7 hari. Non-stop, tidak ada bedanya tanggal merah maupun tanggal hitam.

Jadi, sekali lagi, fakta tersebut sangat tidak singkron apabila diberi istilah ‘pengangguran’. Justru, pekerjaan ibu rumah tangga itu pekerjaan yang super sibuk. Namun, tentu jelas tampak manfaat kebaikannya.

3. Harus berusaha sabar dan optimis pada keluarga sendiri, jangan pernah asal ‘merasa rumput tetangga lebih hijau’

Hati-hati, salah satu yang bisa menggoyahkan rumah tangga adalah, apabila Kamu suka membanding-bandingkan suamimu dengan laki-laki lain, atau anakmu dengan anak orang lain. Misalnya, suami orang lain lebih bisa memberikan harta lebih.

Daripada mikir begitu, lebih baik bandingkan saja diri kita sendiri di hari ini, dengan diri kita sendiri di hari kemarin. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Jangan sampai hari ini justru lebih buruk. Maka dari itu, hendaknya kita saling bekerja sama untuk membuat diri kita semakin menjadi lebih baik dari hari ke hari.

4. Nggak jadi master di Dapur, ibarat mengubur emas dalam tanah

Ada banyak manfaat yang bisa Kamu berikan apabila Kamu ahli di di Dapur. Perbanyaklah belajar, termasuk mempelajari buku resep-resep makanan enak yang membuat suami betah di Rumah, dan membuat anak-anak tetap sehat.

Karena memberikan kue, cemilan, dan sebagainya yang hasil masakan sendiri, yang kemudian dimakan bersama-sama keluarga, itu jelas beda dampaknya daripada memakan makanan beli di luar. Hasil buatan sendiri pasti akan lebih mendekatkan hubungan.

5. Usahakan sekuat tenaga agar jangan sakit

Karena non-stop tiada hari libur, usahakanlan agar jangan sampai Kamu sakit. Terlebih lagi kalau Kamu punya baby kecil, yang pasti harus selalu Kamu rawat. Belum lagi Rumah yang harus senantiasa dibersihkan dan dirapihkan.

6. Tapi, pahalanya luar biasa…

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Seorang perempuan datang kepada Nabi Saw dan berkata, ‘Ya Rasulullah, para laki-laki pergi dengan keutamaan jihad di jalan Allah Swt, tidak ada bagi kami satu aktivitas yang dengannya kami bisa menyamai amal para mujahid di jalan Allah Swt.’ Nabi Saw bersabda:

‘Ujian (kesusahan) salah seorang dari kalian di Rumahnya bisa menyamai amal para mujahid di jalan Allah Swt.'”

Dari Ibn Abbas ra, ia berkata: “Seorang perempuan datang menemui Nabi Saw, lalu perempuan itu berkata: ‘Ya Rasulullah Saw, aku adalah utusan para perempuan kepada Anda. Jihad ini ditetapkan (diwajibkan) oleh Allah Swt terhadap laki-laki. Jika mereka mendapat kemenangan, mereka mendapat pahala. Dan jika mereka terbunuh, mereka hidup di sisi Rabb mereka mendapat limapahan rezeki. Sementara kami melakukan pekerjaan atas mereka, lalu apa untuk kami dari hal itu?’ Rasulullah Saw bersabda: ‘Sampaikan pada perempuan yang Engkau temui:

“Sesungguhnya menaati suami dan mengakui hak suami bisa menyamai hal itu, tetapi sedikit dari kalian yang melakukannya.”

Rasulullah Saw juga pernah bersabda:

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang Kau suka”. (HR. Ahmad)

Di dalam hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda:

“Ujian akan terus menimpa seorang mukmin laki-laki maupun perempuan dalam hal dirinya, anaknya, dan hartanya, hingga ia menjumpai Allah Swt sementara tidak ada kesalahan yang harus ditanggungnya.” (HR. at-Tirmidzi)

Dari Warad bin Tsumamah, ia berkata: “Ali bin Abi Thalib ra berkata kepada ibn A’bad, “Maukah aku ceritakan tentangku dan Fathimah binti Rasulullah Saw, dan aku adalah anggota keluarga yang paling beliau cintai? Ibn A’bad berkata, “Baiklah”.

Ali berkata:

  • “Fathimah harus memutar penggilingan (untuk menggiling gandum), hingga berbekas tangannya.
  • Ia juga memanggul timba, hingga membekas di pundaknya.
  • Ia juga memembersihkan Rumah, hingga berdebu pakaiannya.”

Lalu kepada Nabi Saw datang pembantu, maka aku katakan kepada Fathimah, “Seandainya Engkau datang ke ayahmu, dan Engkau minta seorang pembantu.”

Maka dia datang kepada Nabi Saw, dan mendapati beliau sedang ada urusan, lalu ia kembali.

Besoknya, ia datang lagi. Nabi bertanya, “Apa keperluanmu?”. Fathimah diam saja.

Maka aku katakan, “Aku ceritakan kepadamu ya Rasulullah, sesungguhnya ia memutar penggilingan hingga bekas tangannya, memanggul timba hingga berbekas di pundaknya. Ketika datang pembantu, maka aku suruh dia datang kepada Engkau untuk meminta seorang pembantu kepadamu untuk meringankan pekerjaannya.”

Nabi bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah Swt wahai Fatimah, tunaikan kewajiban dari Tuhanmu, dan kerjakan pekerjaan Rumah Tanggamu. Dan jika Engkau akan tidur diperanduanmu, maka bacalah tasbih 33 kali, hamdalah 33 kali, dan takbir 34 kali, sehingga semuanya genap seratus. Itu lebih baik bagimu dari seorang pembantu.”

Fathimah berkata, “Aku ridha pemberian dari Allah Swt, dan Rasulullah.”

Ali berkata, “Dan tidak ada pembantu yang membantunya.”

Masya Allah, demikian luar biasa keutamaan pekerjaan seorang ibu Rumah tangga.

Karena memang, hidup ini bukan soal agar kita bisa santai-santai dan liburan. Melainkan bagaimana agar bisa senantiasa bertaqwa; beribadah kepada Allah, memberikan banyak manfaat kebaikan kepada sesama, dan adil terhadap diri sendiri.

Tentunya bukan berarti kita tidak perlu santai atau liburan sama sekali, tentu bolehlah kita santai ataupun liburan sesekali, dalam rangka salah satu cara untuk refreshing.

Namun tidak apa-apa kita capek, asal kita bahagia di Akhirat nanti akan hasil dari pekerjaan baik yang kita lakukan saat di dunia ini.

Daripada apabila kita tidak capek:

  • Justru harusnya kita sedih, selama hidup kita ngapain aja?
  • Justru kita harusnya khawatir, kalau hari ini kita kebanyakan tidur dan santai, tidak ada ‘menanam’, maka di Akhirat nanti kita akan ‘memetik’ apa?

Begitulah, terkait 6 hal yang harus Kamu simak dulu, agar insya Allah Kamu semakin yakin, mantap, dan siap untuk mengemban tugas seorang ibu rumah tangga. Insya Allah..